Judul tulisan ini menarik, paling tidak untuk motivasi. Memaknai sepenggal kalimat itu dalam kehidupan rantau saat ini. Terkadang berfikir bahwa di padang yang gersang, kita tidak bisa hidup karena dalam fikiran, tidak ada secercah harapan untuk bisa hidup….Bener tidak ada harapan?…menurutku siy tidak, yang benar adalah sedikit harapan untuk hidup. Sedikit bukan berarti tidak ada…..Kenapa bisa sedikit?…karena untuk hidup perlu perjuangan di padang yang gersang tersebut….perjuangan apa maksdnya?…berjuang untuk mendapatkan air di padang yang gersang itu….air??..ya paling tidak kita cari embun di padang yang gersang itu…..
Ingin mengadu, tapi pada siapa saat itu karena memang padang benar2 kurang penghuni….kurang bukan berarti tidak ada….ada penghuni kok, tapi kenapa tidak bersama mencari kehidupan?…setiap orang punya jalan sendiri (jawaban yang klise dan menyebalkan di kehidupan di padang ini)…kenapa harus sendiri?…karena perbedaan prinsip (masih sempatkah berbicara prinsip disaat seperti ini….ya seleksi alam lah..hah seleksi alam, mksdnya?…menjalin persaudaraan perlu diseleksi mksdnya…..knapa bgitu?…itu jawaban yang sulit dipertanggung jawabkan…..terus yang lulus seleksi gimana?…ya itulah teman, sahabat, saudara dalam kehampaan manusia tersebut…..yang tidak lulus?…ya kembali ke tempat masing2….
Tulisan diatas adalah kutipan dari obrolan dari dua sahabat yang lagi kurang kerjaan n sok puitis di 2 benua dengan perbedaan waktu yang sangat signifikan saat berdialog….pelajaran yang bisa diambil adalah selalu ada harapan dalam setiap keterhimpitan situasi dan kondisi, percayalah bahwa masih ada setets embun di padang gersang dan selalu masih ada seorang sahabat di di dalam kehampaan… keep spirit….


